Juwita Haraito (jwharai) wrote,
Juwita Haraito
jwharai

Bahagia

Hello. Kalo tadi aku tulis yang suram kali ini aku mau nulis yang... Biasa aja. Ahahaha.

Sebenernya saat ini perasaan lagi gak enak.
Karena baru bangun tidur yang dipaksakan setelah fangirling Inseong SF9. Tapi pengen update (lagi) aja.

Jadi aku mau cerita tentang seorang teman, bukan teman akrab tapi aku lumayan mengenalnya.
Temanku ini punya kehidupan yang sangaaaat normal.
Keluarganya baik-baik saja dan mereka bukan orang miskin walau bukan juga orang kaya.
Dia bisa kuliah di PTN di medan.
Dia sering cerita tentang keluarga besarnya yang juga saling peduli, tipikal keluarga batak.
dia juga punya teman di kampusnya.
Tidak ada hal yang spesial di hidupnya, tapi tak ada juga hal yang patut disedihkan (?)
Tapi dia sering terlihat nggak puas akan hidupnya.
Aku sering tanya apa masalahnya, tapi yang dia jawab selalu masalah sepele yang malah jadi kami tertawakan.
Terkadang dia teriak kencang tiba-tiba dengan muka kesal, padahal saat itu sedang tidak terjadi apa-apa. Atau dia melempar barang yang dipegangnya saat dia sedang menyanyi.
Aku takut tiba-tiba dengar kabar dia jadi orang gila.
Hahahahaha.
Itu aja sih.
Adakah yang tau apa yang terjadi dengan temanku ini? Dan bagaimana menghadapinya?

Lalu apa hubungan cerita tadi dengan judul post ku ini?
Gak ada. Aku mau cerita hal yang lain lagi hahahaa.
Kali ini tentang aku.
Aku yang semakin tua dan semakin menyadari realita kehidupan bahwa tidak ada yang perduli dengan kebahagiaanmu.
Asal kau tidak menderita, tidak akan ada yang berusaha membuatmu bahagia.
Karena empati dan simpati hanya untuk orang yang patut dikasihani.
Seorang dengan kehidupan normal (Sesuai pandangan orang awam) akan terlupakan.
Tak akan ada yang sudi memikirkannya sampai dia terjatuh dan layak dikasihani atau sampai dia menjadi orang sukses yang layak mengasihani.
Padahal kita nggak tahu apa yang ada di pikiran orang normal itu. Apakah dia juga merasa normal atau sebenarnya dia sedang membutuhkan seseorang untuk menguatkannya?

Jadi kalau kau merasa terluka, tak ada gunanya hanya memendamnya sendiri. Itu masalahmu, jangan membenci orang karena mereka tidak perduli. Jangan juga terlalu sering cerita, mereka juga punya masalah sendiri. Sebaiknya kau mengobati lukamu sendiri.
Seperti fangirling misalnya? Atau tidur? Ahahahhaa.

Ah sudah ah.
Bye.
Merry Christmas.
Be happy.

  • Post a new comment

    Error

    default userpic

    Your reply will be screened

    Your IP address will be recorded 

  • 0 comments